LPBI (Lembaga Penanggulanang Bencana dan Perubahan Iklim) NU adalah lembaga struktural NU yang berfokus pada penanggulangan bencana, pengendalian perubahan iklim, dan pelestarian lingkungan. LPBI NU aktif melakukan asesmen lapangan, mendirikan posko tanggap darurat, serta menyalurkan bantuan kemanusiaan (NU Peduli). Secara umum, fokus Kegiatan dan Program LPBI NU diantaranya adalah:
• Penanggulangan Bencana: Melakukan asesmen cepat (rapid need assessment), mendirikan Posko Aju untuk pusat logistik, dan mengelola bantuan pascabencana.
• Perubahan Iklim & Lingkungan: Menjalankan edukasi, mitigasi, serta riset terkait krisis iklim dan pelestarian lingkungan.
• Penguatan Relawan:
• Menyelenggarakan pelatihan dan apel siaga relawan (seperti Jambore Relawan) untuk meningkatkan kapasitas penanganan bencana
• Advokasi Kebijakan: Mendorong pembentukan Forum Pengurangan Risiko Bencana (PRB) di tingkat provinsi hingga kabupaten

Kopi Gratis ala LPBI PCNU Tulungagung
Meskipun wilayah kerja LPBI NU dikisaran bencana dan iklim, sebagai bagian dari organisasi yang identic dengan kegiatan sosial keagamaan, LPBI PCNU Tulungagung memiliki cara yang unik dalam bentuk Penyediaan Kopi Gratis untuk menunjukkan eksistensi dalam melibatkan diri pada berbagai kegiatan keagamaan dan sosial PCNU di wilayah Tulungagung. LPBI NU Tulungagung selalu menerjunkan sejumlah personelnya untuk mendirikan tenda dan perlengkapan sekaligus menyeduhkan kopi (dan teh) untuk seluruh pengunjung acara dengan tanpa dipungut bayaran (gratis).

Program Kopi Gratis yang dilaksanakan LPBI PCNU Tulungagung dalam setiap kegiatan NU di wilayah Tulungagung ini merupakan hasil kerjasama LPBI dan Lazis PCNU Tulungagung. Gus Lukman selaku Ketua Lazis NU Tulungagung menyebut kegiatan ini sebagai Program Tanam Kopi yang dapat dipanen siapa saja.
Mengacu pada konteks kegiatan dan merujuk pada tradisi shufi minum kopi yang diajarkan KH Ihsan Jampes, hasil panen dari Program Tanam Kopi yang dimaksud diantaranya;
– Pahala bersedekah melalui cangkir-cangkir kopi bagi para peserta kegiatan
– Pahala mendukung kebugaran upaya para kiai dalam menyebarkan ilmu dan para jemaat dalam mencari ilmu
– Pahala sebagai tuan rumah (bagian dari kepanitiaan) terhadap para pengunjung sebagai tamu
– Memperkuat ukhuwah melalui secangkir kopi, dll.

Hasil Panen Program Tanam Kopi Gratis yang diinisiasi LPBI PCNU Tulungagung menurut hemat penulis cukup diwakili dengan Dhawuh-dhawuh Syekh Ihsan Jampes Kediri. Mengutip dhawuh Syekh Ihsan Muhammad Dahlan Al-Jampasy dalam kitabnya Irsyadul Ikhwan libayani Syurbil Qahwaty wa Dukhan;
عليك بأكل البُنِّ فى كلّ ساعة * ففى البنِّ للأكل خمس فوائد
نشاط و تهضيم و تخليل بلغَم * تطَيُّب اَنْفاس و عون لقاصد
Minumlah kopi setiap waktu, sebab bagi peminumnya ada lima faidah di dalamnya, yakni membakar semangat, melancarkan cerna, menghilangkan dahak, membaguskan pernafasan, dan membantu tujuan.

Syekh Ihsan Jampes dalam kitab tersebut juga mengutip pernyataan Al-Idrus:
قال النجم الغزي في تاريخه في ترجمة أبي بكر ابن عبد الله الشاذلي المعروف بالعدروس أنه أول من اتخذ القهوة لما مر في ساحته بشجر البن فوجد فيه تخفيفا للدماغ واجتلابا للسهر وتنشيطا للعبادة.
“Berkata Najm al-Ghazy dalam sejarahnya ketika menjelaskan tentang Abi Bakar bin Abdillah Asy-syadily yang dikenal dengan Al-Idrus. Beliau merupakan Orang yang pertama menggunakan kopi. Sebagai mana menurut beliau dalam secangkir kopi terdapat kegunaan meringankan otak (untuk kecerdasan), membuat tetap terjaga (anti ngantuk), menyebabkan semangat dalam ibadah”

Semoga semua mendapatkan pahala dan keberkahan dari Program Kopi Gratis LPBI PCNU Tulungagung ini. Bagi yang mau turut berbagi melalui program kopi gratis, bisa menghubungi LPBI ataupun Lazis PCNU Tulungagung.

Kontributor; MN Ibad (LTN)