Tulungagung – Sebagai sebuah organisasi besar, Nahdlatul Ulama tidak mau ketinggalan atas semakin berkembangnya zaman. Itulah barangkali yang melatarbelakangi Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Tulungagung menerapkan pendaftaran peserta secara online pada Konferensi Cabang XI NU Tulungagung yang diselenggarakan pada Jum’at (21/06/2019) hingga Ahad (23/06/2019) di Kantor PCNU Tulungagung. Pendaftaran tersebut dilakukan melalui website www.konfercab.pcnutulungagung.or.id.

Nurudin, salah satu personil seksi kesekretariatan Konfercab XI yang dipercaya untuk mengelola website pendaftaran tersebut mengatakan, bahwa ini merupakan salah satu bentuk gebrakan dalam rangka mempermudah kerja kesekretariatan dalam penyelesaian administrasi peserta.

“Kenapa ini mempermudah? Karena panitia tidak perlu bersusah payah untuk melakukan input data manual dari peserta setelah registrasi peserta pada saat hari pertama pelaksanaan Konfercab, sehingga personil kami bisa mengerjakan pekerjaan yang lain yang menjadi tugas kesekretariatan atau bahkan membantu seksi lain jika dibutuhkan”, kata Nurudin.

Namun demikian, Nurudin mengaku bahwa ini tidak semata-mata untuk mempermudah kerja tim kesekretariatan saja, melainkan jika diamati lebih jeli maka ini juga mempermudah peserta, sekaligus memberikan pemahaman dan pengalaman kepada mereka tentang pentingnya teknologi informasi.

“Banyak instansi pemerintah maupun swasta yang sudah memanfaatkan teknologi informasi untuk keperluan administrasinya. Maka kita NU sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia dan kita sebagai kader tentunya tidak boleh ketinggalan dalam mengikuti perkembangan teknologi,” katanya.

Sementara itu, salah seorang peserta dari MWC Kalidawir, Arif mengaku sangat mengapresiasi penerapan pendaftaran online tersebut. Menurutnya ini juga mempermudah mereka sebagai peserta untuk melakukan pendaftaran. Karena mereka tidak usah bersusah payah mengetik sendiri surat mandat, namun hanya tinggal input data-data yang dibutuhkan dan setelah finalisasi mereka tinggal tanda tangan surat mandat tersebut untuk kemudian diserahkan kepada panitia saat registrasi.

“Selain itu, memang penting pembiasaan seperti ini, supaya para kader NU tidak ketinggalan zaman. Namun bisa mengikuti dan beradaptasi dengan yang disebut orang-orang sebagai revolusi industri 4.0”, imbuhnya. (sin)