
PCNU Tulungagung
KH. An’im Falachudin Mahrus (Gus An’im) Anggota Komisi VIII DPR RI bersama Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menyelenggarakan Seminar Srategi Pengelolaan Dana Haji di Hotel Crown Tulungagung. Kegiatan ini ditujukan untuk sosialisasi program-program BPKH sekaligus penjaringan aspirasi masyarakat di Tulungagung.
Kegiatan Diseminasi yang berlangsung pada Minggu 20 April 2026 ini menghadirkan tiga narasumber, Gus An’im (Komisi VIII DPR RI), Yogashwara Vidyan (BPKH Jakarta) dan KH. Bagus Ahmadi (Ketua PCNU Tulungagung). Sementara para peserta merupakan para delegasi dari berbagai unsur masyarakat, seperti perwakilan dari; PCNU Tulungagung, Lazis NU, LTN NU, Lakpesdam NU, LDNU, Pergunu Tulungagung, Fraksi PKB DPRD Tulungagung (H. Choirurrohim dan H Mashud), Himpunan Alumni Santri Lirboyo (HIMASAL), Ikatan Alumni Al Falah Ploso (IMAP).
Gus An’im pada kesempatan tersebut memaparkan beberapa point utama pengelolaan dana haji, diantaranya; Transparansi dan Pengawasan, Keamanan Investasi, Effisiensi Biaya (BPIH), Dana Sosial (CSR) dan Penguatan Ekosistem Haji. Ia juga menyampaikan beberapa capaian kinerja BPKH bersama Komisi VIII DPR RI yang cukup menggembirakan bagi para calon jamaah haji Indonesia, diantaranya masa tunggu berangkat haji yang semula lebih dari 40 tahun, saat ini sudah bisa dipersingkat menjadi 26 tahun saja. Hasil dari investasi dana pendaftaran haji juga akan dikembalikan pada tabungan calon jamaah sehingga dapat mengurangi beban pelunasan dana haji ketika tiba waktu pelunasannya. Jamaah haji dapat memantau langsung kondisi tabungan haji masing-masing melalui aplikasi yang telah disediakan. Gus An’im juga menyampaikan tekad untuk terus memperjuangkan berbagai perbaikan dan kemudahan bagi pelayanan haji Indonesia.

Sikap responsif Gus An’im terhadap aspirasi masyarakat Tulungagung mendapat sambutan hangat dan aplause meriah dari seluruh seluruh peserta. Salah satunya, aspirasi terkait aspirasi masyarakat pembudidaya ikan patin yang diusung oleh PCNU Tulungagung melalui Lazis NU. Sebagaimana disampaikan oleh Gus Lukman (Lazis PCNU) masyarakat Tulungagung pada dasarnya potensial dan siap menyuplai pengadaan ikan patin. Data sementara per 20 April 2026 terdapat lebih dari lima juta ikan patin telah ditebar dengan asumsi kasar,pembudidaya patin Tulungagung dapat menyuplai ratusan ton ikan patin untuk kebutuhan jamaah haji Indonesia. Menerima aspirasi tersebut Gus An’im langsung menghubungi pihak terkait di Jakarta dan mengundang Lazis NU Tulungagung dan perwakilan pengusaha/pembudidaya patin Tulungagung untuk presentasi dengan harapan budidaya ikan patin Tulungagung dapat sesuai dengan standar yang telah ditentukan sehingga bisa turut menyuplai kebutuhan haji Indonesia.
Respon positif juga disampaikan oleh Yogashwara Vidyan sebagai perwakilan dari BPKH RI, mendorong para pembudidaya patin Tulungagung untuk mempersiapkan diri semaksimal mungkin baik dari sisi potensi, sistem manajemen dan branding yang kuat Tulungagung sebagai Kota Patin untuk dipresentasikan di Jakarta.

Dalam keterangan kepada pers, Gus An’im, didampingi H. Choirurrohim dan H. Mashud, menyampaikan tujuan pokok dari program diseminasi ini adalah agar masyarakat memahami bahwa dana haji yang dikelola oleh BPKH dan dalam pengawasan Komisi VIII DPR RI, dikelola dengan prinsip syariah, kehati-hatian, transparan dan memberikan manfaat yang kembali kepada masyarakat, baik para calon jamaah haji dan jamaah haji serta masyarakat lebih luas.
postby; Ibad.ltn
Komentar Terbaru