Tulungagung — Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Tulungagung menggelar kegiatan Majelis Taklim Fatimah Zahra Akbar pada Rabu, 14 Mei 2026 di Masjid Agung Al-Munawwar Tulungagung. Kegiatan ini menjadi penutup rangkaian peringatan Harlah Fatayat NU Tulungagung Tahun 2026 yang berlangsung meriah dan penuh antusiasme dari kader Fatayat se-Kabupaten Tulungagung.

Majelis Taklim Fatimah Zahra Akbar merupakan salah satu program nasional Fatayat NU yang digagas dalam Majelis ini diluncurkan secara nasional pada Konferensi Besar (Konbes) Fatayat NU tanggal 13 Desember 2024 di Jakarta. sebagai wadah majelis ilmu, dakwah, dan konsolidasi organisasi dari tingkat ranting hingga pusat.

Dalam sambutannya, Ketua PC Fatayat NU, Alik Mudrikah, menyampaikan dawuh dari KH. Wahid Hasyim. Beliau berkata bahwa mendidik satu laki-laki berarti mendidik satu orang saja, sedangkan mendidik satu perempuan sama dengan mendidik satu generasi.

Beliau menegaskan bahwa perempuan itu adalah kita, salah satunya adalah Fatayat Nahdlatul Ulama. Oleh karena itu, sebagai pendidik generasi bangsa dan generasi Jam’iyah, jangan sampai kita membiarkan diri kosong dari ilmu dan penguatan kapasitas diri.

“Majelis Ta’lim Fatimah Zahra merupakan salah satu media kita untuk mencari ilmu, memperkuat kapasitas diri, sehingga dalam mendidik generasi bangsa ini dapat lebih terarah, lebih baik, dan penuh kebermanfaatan,” tutur beliau.

Kegiatan ini merupakan penutup dari rangkaian Harlah Fatayat NU Tulungagung Tahun 2026 yang sebelumnya telah diisi dengan berbagai agenda, di antaranya Launching Umroh Bersama Fatayat pada 14 April 2026, Khotmil Qur’an serentak se-Kabupaten Tulungagung pada 24 April 2026, Ziarah Muassis NU dan Ketua Umum Fatayat NU pada 1 Mei 2026, serta Senam Sehat Fatayat dan Festival Permainan Tradisional pada 3 Mei 2026.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir PLt Bupati Tulungagung yang menyampaikan apresiasi dan dukungannya kepada Fatayat NU Tulungagung. Dalam sambutannya, beliau menyatakan kesiapan untuk terus bersinergi bersama Fatayat NU dalam membangun masyarakat dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat Tulungagung.

Beliau juga memohon doa dan dukungan agar dapat menjalankan amanah dengan istiqamah bersama seluruh jajaran pemerintah daerah.

“Kami siap berkolaborasi dengan Fatayat NU dari abupaten, kecamatan, maupun desa. Mohon doa dan dukungannya agar kami bisa istiqamah menjalankan amanah serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Tulungagung,” ungkapnya.

Pengajian dalam Majelis Taklim Fatimah Zahra Akbar menghadirkan Ning Syahrini yang menyampaikan pesan-pesan inspiratif tentang pentingnya berkhidmat di Fatayat NU dan menjadi perempuan yang kuat lahir maupun batin.

Dalam tausiyahnya, Ning Syahrini menyampaikan bahwa ber-Fatayat berarti sedang mengukir sejarah kebaikan.

“Berfatayat itu kita sedang mengukir sejarah baik, karena manusia yang dikenang adalah kebaikannya,” tuturnya di hadapan jamaah.

Beliau juga menekankan prinsip dalam berkhidmat, yakni “Sak isone ojo sak penae,” yang berarti berkhidmat harus dilakukan secara maksimal sesuai kemampuan, bukan dilakukan asal-asalan.

Selain itu, Ning Syahrini mengingatkan pentingnya perempuan memiliki kekuatan spiritual, rajin tirakat dan riyadhoh, ringan tangan membantu sesama, serta teguh dalam pendirian.

“Perempuan harus kuat hatinya, weweh tangane, lan kudu jejeg sikile,” pesannya.

Lebih lanjut, beliau menyampaikan bahwa khidmah di Fatayat NU juga menjadi bagian dari ikhtiar mencari “rombongan” orang-orang saleh menuju surga Allah SWT, yakni rombongan para muassis dan ulama NU yang istiqamah dalam perjuangan.

Antusiasme kader Fatayat NU dalam kegiatan ini tampak sangat luar biasa. Seluruh unsur organisasi mulai dari PC, 19 PAC, hingga 271 ranting Fatayat NU se-Kabupaten Tulungagung hadir mengikuti kegiatan dengan penuh semangat.

Meskipun kegiatan ini tidak dibuka untuk umum karena keterbatasan kapasitas Masjid Agung Al-Munawwar, jumlah peserta yang hadir hampir mencapai 1.000 orang sesuai data daftar hadir panitia.

Kegiatan ini menjadi bukti kuatnya soliditas dan semangat kader Fatayat NU Tulungagung dalam menjaga tradisi dakwah, memperkuat ukhuwah, serta melanjutkan perjuangan Nahdlatul Ulama melalui peran perempuan yang aktif, tangguh, dan penuh kebermanfaatan bagi masyarakat.

postby;ibad.ltn